Megang banget - Pemulih Jiwa (Nursing Care)
Headlines News :
Home » » Megang banget

Megang banget

Written By Puisi cantik on Jumat, 17 Agustus 2012 | 05.09


Foto: ... KEBESARAN ALLAH PADA TELAPAK TANGAN MANUSIA ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Subhanallah .., Allahu Akbar .., tanda 99 (Asmaul Husna) ada pada telapak tangan kita .. Tahukah sahabat, garis utama kedua telapak tangan kita (pada umumnya manusia), bertuliskan angka dalam bahasa Arab yaitu :

|/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18 ..
dan /\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81 ..

Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99, 99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran ...

Dan sesungguhnya kita (manusia) memang dihiasi oleh Allah dengan sifat2 tersebut namun tanpa Ke-Maha'an-Nya .. Seperti sifat Rahman (pengasih), Rahim (Penyayang), Malik (Raja/Pemimpin) Khalik (pencipta) dan seterusnya ...

Sesungguhnya Manusia adalah makhluk Allah yg paling mulia ... yang merupakan sebuah pencerminan-Nya di Alam Semesta Raya ini ...

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

ENERGY IBADAH

Di kawasan Jakarta Selatan. Seorang lelaki paruh baya membetulkan topi lusuhnya. Di halaman masjid besar yang ramai dengan jama’ah yang hendak shalat dzuhur. Lelaki itu tak tergoda untuk turut mengambil wudhu. Gerobak bakso yang menjadi sumber mata pencahariannya tetap disandingnya.

Ketika diajak shalat, lelaki asal Jawa Tengah itu menolak halus. "Baju saya kotor, Mas," jawabnya beralasan. Padahal ternyata bukan baru hari itu ia jualan bakso. Sudah lebih dari dua tahun, dan selama itu pula ia tak pernah shalat. Setiap hari bajunya kotor? Padahal dulu di kampungnya, ia sering menjadi muadzin bila maghrib telah tiba.

***

Di sebuah terminal kota kecil di Jawa Timur. Seorang kondektur angkutan umum mengumpat sendiri. Sedari tadi penumpang sepi. Jam telah menunjukkan pukul empat belas lewat lima puluh menit. Waktu ashar akan tiba. Sopir memintanya segera sholat dzuhur. Tapi ia malah balik mengomel "Tuhan kan tahu, kita ini lagi repot," begitu ujarnya konyol. Mobil bergerak keluar. Ada dua orang penumpang melambai. Tapi waktu dzuhur sudah usai.

***

Seorang eksekutif muda sibuk membetulkan kacamatanya yang beberapa kali turun. Pandangannya nampak lelah memelototi laporan neraca keuangan yang dikirim Manajer Keuangan. Senja sudah lama tiba. Beberapa menit saja maghrib akan tiba. Di luar jalanan padat oleh kendaraan. Ia tahu dirinya belum sholat ashar. Tapi pekerjaan mungkin juga keengganannya–membuatnya tak juga beranjak meninggalkan tempat duduk. Ia harus menuntaskan semua itu untuk dibawa rapat direksi. Annual Report itu memang akan dipresentasikan dalam raker akhir tahun, lusa, di perusahaan yang bergerak dalam jasa konstruksi itu. Pukul delapan belas dua puluh menit pekerjaan itu selesai. Ia berkemas. Tapi kesempatan sholat ashar telah sirna sedari tadi.

***

Seorang perempuan muda duduk di sebuah kafe di Plaza Senayan, Jakarta. Nampaknya ia sedang ada masalah. Sebab dari pukul tujuh belas hingga pukul dua puluh malam tidak beranjak. Kerudung mungilnya mulai layu dimakan lampu yang tak terlalu terang. Saat maghrib tiba, tak nampak ia sholat. Mungkin memang sedang tidak sholat. Tapi mungkin juga memang dia lagi tak minat untuk sholat. Pelayan udah mengantarkan tiga gelas jus.

***

Itulah potret. Sepenggal kisah nyata realitas persepsi bermacam orang tentang ibadah. Itu pun baru sebagiannya. Sebagiannya mungkin juga kita, atau sebagian dari kita, meski dalam kadar kekeliruan yang berbeda.

Itu adalah sebentuk cara pandang dan penghargaan yang sangat buruk terhadap ibadah. Salah satunya adalah shalat. Bobot kekeliruan itu tidak bisa dianggap kecil. Itu adalah kesalahan yang sangat serius.

Sebab ibadah adalah penunaian transaksi. Transaksi kemusliman, sekaligus juga kemanusiaan kita.

Transaksi kemanusiaan adalah bentuk nyata dari kesadaran, bahwa kita adalah manusia dan bukan Tuhan, makhluk dan bukan Allah, diciptakan dan bukan menciptakan diri sendiri.

Transaksi kemusliman, adalah penunaian tuntutan atas deklarasi kita sebagai Muslim. Bahwa karena kita Muslim maka kita harus melakukan ibadah, shalat, atau puasa, misalnya.

Ini tidak semata karena alasan fikih, yang menjelaskan batasan sebuah ibadah itu wajib atau sunnah. Ya, memang begitu secara konstitusi dan legalitas hukumnya.
Tapi di dalam penunaian ibadah, ada fakta lain yang sangat besar: bahwa ibadah adalah sumber energi yang tak tergantikan.

Kesalahan terbesar orang-orang yang tidak mampu menghargai bobot dan urgensi ibadah formal, seperti shalat, puasa atau zakat, terletak pada ketidakmampuan mereka memahami prinsip-prinsip transksaksional tersebut. Sebagai mana ia juga telah keliru, ketika memahami bahwa untuk menjadi baik tidak harus shalat, atau puasa, atau melakukan ibadah-ibadah wajib lainnya.

Dalam kehidupan seorang Muslim, kebaikan dan kebajikan memang punya medan yang berhampar-hampar. Dari yang sepele hingga yang berat. Dari tersenyum kepada sesama Mukmin hingga menolong orang yang kesusahan. Tetapi menjadi baik tanpa ibadah formal, tanpa ritual wajib, seperti shalat, atau puasa, yang telah diperintahkan, tidaklah ada artinya.

Dalam banyak ayat dan dalil dalam syariat Islam, kita dapat menemukan berbagai contoh penegasan ibadah formal sebagai penopang penting berbagai sisi kehidupan manusia. Terlebih dalam kondisi-kondisi yang sangat kritis dan strategis. Terkait dengan kekuasaan, Allah menegaskan secara verbal, misalnya, tentang para penguasa yang mengabaikan shalat. Sekali lagi verbal. Artinya penekanannya pada pelaksanaan ibadah formal tersebut.

Juga dalam menyiasati karakter umum manusia yang punya potensi jelek, ada shalat di sana sebagai penawar. Allah bertirman, "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya." (Al-Ma’arij: 19 -23).

Maka, mereka yang merasa telah cukup menjadi baik, hanya dengan menganut nilai-nilai positif dalam teori humanisme semata, seperti bahwa dirinya tidak pernah mengganggu sesama, meski ia tidak pernah shalat, itu belum cukup bagi kehidupan seorang Mukmin.

Salah satu ciri ibadah adalah kesakralannya. Itulah mengapa ada soal kekhusyu’an dalam ibadah. Sebab disanalah sumber energi itu. Pada ruku’ dan sujud itu, pada menahan lapar, pada bacaan ayat-ayat Allah yang dibunyikan dengan lisan, memakai kaidah tajwid, bukan dengan sekadar meyakini bahwa nilai universal Al-Qur’an secara umum telah ia jalankan. Tidak, itu semua tidak menggantikan bila kita sehuruf pun tak pernah membaca Al-Qur’an.

Setiap yang bergerak memerlukan energi. Kadang energi diperlukan untuk melahirkan energi baru lagi. Seperti angin yang berhembus lalu menggerakkan kincir. Atau air yang mengalir memutar turbin, lalu turbin memutar pembangkit listrik. Listrik menjadi energi bagi bermacam sarana hidup. Begitulah.

Logika energi bagi seorang Mukmin secara mendasar ada pada prinsip-prinsip ibadah. Itu adalah rahasia lain, mengapa dalam ayat Al-Qur’an, Allah dengan jelas mengatakan, bahwa manusia tidak diciptakan melainkan untuk beribadah.

Wallahu’alam bishowab


Foto: HIDUP TERUS BERPUTAR

Semua orang tahu HIDUP itu SINGKAT,
Namun…
Berapa banyak yang bisa MENGHARGAI atau MENYAYANGI HIDUP,
MENJALANI HIDUP DIRI SENDIRI dengan BAIK ?

Banyak orang yang sewaktu akan meninggal,
Kerap merasa MENYESAL terhadap
APA yang DILAKUKANNYA SEPANJANG HIDUPNYA,
Merasa diri ini hidup SIA-SIA,
Seandainya bisa KEMBALI membuka LEMBARAN BARU,
Kita pasti ingin menjalani HIDUP yang BERBEDA Sama Sekali.

Namun kini segalanya sudah TERLAMBAT,
Malaikat Pencabut Nyawa sedang Mengetuk Pintu,
Waktu yang Tersisa Tinggal Sedikit,
Tiba-tiba kita baru MENYADARI dirinya BELUM PERNAH HIDUP.

Karena itu,
Ketika Orang-orang berkata TAKUT MATI,
Sebenarnya yang Benar-benar Ditakuti adalah
Diri sendiri BELUM PERNAH HIDUP yang SESUNGGUHNYA.

Setiap ketika ada yang Meninggal Dunia,
kita akan merasa sedih.
Namun,
Pernahkah kita RENUNGKAN ?
Apakah kita SEDIH
Karena orang yang meninggal itu atau kita SEDIH untuk DIRI sendiri ?

Sesungguhnya,
Besar kemungkinan kita sedih untuk diri kita sendiri,
sebab SETIAP KEMATIAN AKAN MEMBUAT KITA MENYADARI bahwa
Kita JUGA BISA MATI.
Bagi kita KEMATIAN ITU MERESAHKAN dan MENAKUTKAN,
sebab kita BELUM PERNAH HIDUP BAIK-BAIK SEBAGAIMANA MESTINYA,
kita SELALU MEMBUANG-BUANG WAKTU.

Setiap malam minggu,
Kita heran kenapa seminggu ini lantas berlalu begitu saja.
Setiap tahun baru, kita merasakan kenapa setahun berlalu sudah.
Pergi mendaki gunung, baru sadar tenaga dan
Stamina tidak sekuat dulu lagi ;
Melihat rambut putih, baru sadar diri ini sudah tua,
Sudah berusia 40, 50 tahun atau hampir senja dan gigi bertanggalan,

Namun…
Bagaimanapun tidak terenungkan, bagaimana hari demi hari itu berlalu !
Lebih celakanya lagi, masih BANYAK hal yang BELUM kita KERJAKAN,
MASIH BANYAK MIMPI yang BELUM DIRAIH,
kita bahkan BELUM MENJALANI HIDUP YANG SESUNGGUHNYA,
Lantas Sudah Akan Pergi Begitu saja Selama-lamanya,
Bukankah ini Sangat Mengerikan ?

"Awalnya, kita ingin sekali masuk ke perguruan tinggi ;
kemudian ingin rasanya segera menyelesaikan kuliah agar bisa mulai bekerja ;
berikutnya, kita ingin menikah, dan ingin sekali memiliki anak ;
lalu, kita sangat berharap anak-anak cepat dewasa dan sekolah,
agar kita bisa kembali bekerja ;
selanjutnya, tiap hari kita Merenung ingin sekali segera pensiun ;
kini, kita benar-benar Hampir akan Mati".

Tiba-tiba,
BARU kita SADARI, kita SELALU LUPA Untuk
MENJALANI HIDUP YANG SESUNGGUHNYA.

Hidup Semua Orang Begitu Mirip,
sejak kecil ingin sekali segera tumbuh dewasa,
setelah dewasa menginginkan Cinta, Perkawinan, Anak,
setelah memiliki anak lalu berharap mereka segera dewasa.
Kemudian, cerita generasi kemarin kembali dimainkan lagi pada generasi berikutnya.

Apakah Perjalanan Hidup ini hanya berupa
Serangkaian Penantian dan Harapan,
atau Tak Berdaya ?
Pasti masih ada sedikit yang berbeda khan ?

Tidak peduli berapa usia kita saat ini,
Kita selalu mengingat atau meninjau kembali kehidupan sendiri.
Apa saja yang telah kita perbuat Sepanjang Hidup ini ?
Hal yang ingin kita kerjakan apakah sudah kita lakukan ?
Apakah kita pernah TERSENYUM atau TERTAWA?
Pernahkah Merasakan KEBAHAGIAAN YANG SEBENARNYA ?

Hidup sampai detik ini,
Apakah ada sesuatu yang dirasakan kurang dan merasa menyesal ?

Kita Bisa BERTANYA seperti ini pada Diri Sendiri ;
saat Hidup ini Berakhir,
Apa kita Berharap Diri kita Pernah Hidup dengan Suatu Bentuk yang lain ?

Ada seorang siswa menceritakan sepotong kisah dirinya.
Itu adalah peristiwa yang terjadi pada musim dingin tahun lalu
Ayahnya terburu-buru hendak ke luar negeri 
Dan dia juga tergesa-gesa untuk pergi menepati janji bertemu dengan temannya 
Dan dengan terburu-buru dia mengucapkan sampai bertemu lagi kepada ayahnya.
Dia tidak tahu ternyata ini adalah perpisahan terakhir mereka,
sebab sejak itu mereka Tidak Pernah "BERJUMPA LAGI".
Kematian sang ayah, membuatnya Sangat Sedih dan Menyesal,
dengan sayu dia berkata: "Kini, Semuanya Sudah Terlambat."

Kisah seperti ini Sebenarnya Terus Berulang dan Berulang.
Banyak yang kerap Merasa "TERLAMBAT",
Baru Sadar Masih Banyak yang Belum Dikerjakan,
Banyak Kata-kata yang Belum Sempat Diutarakan,
Sungguh ini adalah PENYESALAN TERBESAR DALAM KEHIDUPAN.

Membuka Lembaran Koran atau Menyalahkan Televisi,
kita Akan Melihat Dimana-mana adalah Kecelakaan dan Bencana,
Setiap Hari Pasti Ada Berita tentang Kematian.
Ada Tsunami,
ada peledakan bom,
angin topan dsbnya,
Coba tanyakan orang-orang tsb,
sebelum meningalkan rumah di pagi hari
Pernahkah Terlintas dalam Benak kita Akan Pergi Begitu Saja ?
HIDUP INI TIDAK MENENTU.

Apakah kita Pernah MERENUNGKAN Hidup kita ?
Bagaimana kita Menjalani Hidup Selama Beberapa Tahun ini ?
Setiap hari tergesa-gesa, berangkat pagi pulang malam,
Hanya untuk memperoleh uang lebih banyak,
mendapat kedudukan yang lebih tinggi,
berusaha mengejar kesuksesan di mata duniawi,
mengejar Kenikmatan materi yang menggoda manusia, lantas setelah itu ?
Kita Tetap Saja Hampa, Tidak Bahagia, bukan ?
Jika Hidup kita hanya serangkaian kesibukan,
beban stres, yang tersisa hanya tanggung jawab, kewajiban,
tiada keceriaan dan kegembiraan,
kehidupan seperti ini bukankah sangat menjenuhkan ?

JANGAN SAMPAI SUDAH TERLAMBAT
BARU TIDAK RELA PERGI (MATI) BEGITU SAJA,
JANGAN SAMPAI TERLAMBAT BARU KEMUDIAN MENYESAL,
SEBAIKNYA TAHU SEBELUM TERLAMBAT.
HIDUP TIDAK ADA GLADIK RESIK, PERTUNJUKAN TIDAK BISA DICOBA.
Mentari terbit dan terbenam kapan kembali ?
Bunga berguguran tak berdaya. "
*KV-25/06/09*

(oleh Kamila Vyndarti)






Foto: PERKAWINAN (PERNIKAHAN) ADALAH SALAH SATU DARI PINTU-PINTU REZEKI (KEKAYAAN)

Firman Allah, “Dan KAWINKANLAH orang-orang yang SENDIRIAN di antara kamu, dan orang-orang yang LAYAK [untuk MENIKAH] dari hamba-hamba sahayamu yang LELAKI dan hamba-hamba sahayamu yang PEREMPUAN. Jika mereka MISKIN, niscaya Allah akan MEMAMPUKAN (MENGAYAKAN) mereka dengan PEMBERIAN-Nya. Dan Allah Maha LUAS [PEMBERIAN-Nya] lagi Maha Mengetahui.”

(An-Nur 32)—DRA-NetWork
Jika dalam cintamu hatimu lebih sering terluka ...Daripada digembirakannya...Maka lepaskanlah dia dari genggaman penuh khawatirmu..Jika dia memang cinta sejatimu ...Dia akan kembali sebagai belahan jiwa yg memuliakanmu,

Tapi ..jika dia tak pernah kembali,Memang dari awal dia tak pernah direncanakan bagimu..Hapuslah sedihmu,Indahkanlah dirimu ..Dan harumkanlah ruang tamu dihatimu bagi cinta yg Baru.. (Mario Teguh)

Ya ALLAH,

Berikanlah kepadaku Suami/istri TERBAIK dari sisi-Mu,
Suami/istri yg juga menjadi sahabatku dlm Urusan agama,dunia dan akhirat-Mu

Rabb....Aku memohon Cinta-Mu

Cinta Orang2 yg mencintai-Mu dan amal yg dpt menggapai cinta-Mu

Ya Allah,jadikanlah cintaku kpd-Mu melebihi cintaku kpd diriku sendiri,keluarga dan kecintaanku terhadap apa pun jua ..

Ya Ilahi,Tetap SABARKAN Hatiku dlm penantian ini,
Semoga Keindahan yg kudambakan menghampiri dimasa Indah-Mu..Aamiin ya Allah...
.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Mengenai Saya

Foto saya
saya selalu ingin menguasai harapan demi harapan saya , dan impian demi impian saya selalu terwujud dalam hasrat untuk dapat tercipta dengan sempurna dan sesuai dengan keinginan. karena kreatif saya dalam menulis juga membuat hal menarik tersimpan sejuta langkah yang begitu melesat. ketekunan saya untuk lebih bisa menjadi mandiri terutama tetap menjadi diri sendiri . sering kali terpikir dipikiran saya , selalu ingin mengejar impian seperti salah satu nya saya ingin mewujudkan keinginan untuk buat blog ini menjadi menghasil , dan bermanfaat bagi pembaca , umat manusia . sifat saya selalu ingin mengejar sebuah keinginan dengan kerja keras yang berakhir kesuksesan . saya orang nya asik , dan juga sedikit manja , juga selalu tertarik untuk mencari hal - hal yang baru ( positif ) khusus nya untuk diri sendiri dan umum nya untuk orang lain ( pembaca ) . semoga langkah demi langkah aku temukan tujuannya dan tidak sulit aku temukan kemudahan yang berkilau didepan mata untuk masa depan aku... goOd LucK!

CLOC'KS NOW

PERHATIKAN !!

Saranghae ...
Pemirsa yang pada unyu - unyu selamat menikmati khiasan dalam tulisan , semoga menghibur . Diharapkan yang sedang VISIT to BLOG'S BOMBASTIS ini harus pada suasana hati sedang bahagia , DILARANG galau , sedih , kalau terharu boleh ^_^ . JIKA ADA YANG MELANGGAR AKAN DIBERI SANSI .Jadi ayo kita tebarkan senyuman !! :*

Disini yhayank berbagi , semoga bisa bermanfaat dan menjadikan anda memilih posting yang akan merayu-rayu mouse anda untuk melakukan klik pada postingnya

SEMANGKA !!

Anda para pembaca akan saya panggil "GOCIN" dan saya adalah DETEKTIF anda , semoga bermanfaat , disini anda bisa bersenang - senang ...

VISI & MISI
Menjadi yang terbaik .


HOLA HOLA !! say hay buat kamu dimanapun berada ^^

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Pemulih Jiwa (Nursing Care) - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template